Latest Entries »

25 September lalu, teman SMA ku tiba-tiba mengirim pesan meminta diajak ke Grand Canyon-nya Semarang. Dia yang kebetulan sedang melawat ke ibukota provinsi ini, nampaknya sangat antusias dengan objek yang satu ini. Nampaknya akan menjadi dosa besar kalau sampai menolaknya, #lebay. Grand Canyon ala Kota Semarang ini memang dewasa ini sedang booming-booming nya. Banyak para traveller ingin berkunjung ke sana.

Bila di U.S punya Grand Canyon dan di Pangandaran Jawa Barat punya Green Canyon,di Semarang mempunyai objek kunjungan yang banyak orang menamainya Brown Canyon. Iyap, berasal dari kata Brown yang berarti coklat, dan canyon yang berarti tebing atau ngarai. Sebenarnya, si tebing coklat ini adalah bukit yang dieksplorasi tanah dan bebatuannya.  Dari bukit yang dibelah dan dikeruk, menyisakan sebuah karya yang enak dipandang. Mengunjungi lokasi ini disarankan pagi atau sore hari, karena bila siang hari cuacanya bisa ditebak: panas dan berdebu !!. Lebih disarankan sih sore hari, karena kita juga bisa melihat pemandangan matahari terbenam.

Akses ke Brown Canyon. Brown Canyon sendiri terletak di Rowo Sari, Tembalang. Dengan titik awal kampus Undip Tembalang, kita perlu mengarah ke timur. Kita akan melewati turunan Sigar Bencah mengarah ke Meteseh, lalu mengarah ke Rowo Sari. Jangan lupa keluarkan jurus GPS, Gunakan Penduduk Setempat ! hehe. Malu bertanya, sesat di jalan. Nah, kalau punya alat navigator GPS asli (Global Positioning System) lokasinya bisa ditemukan di koordinat: View full article »

Iklan

Saat pikiran jenuh, setumpuk tugas telah dilakukan, maka saat itu waktu yang pas untuk menyegarkan diri. Libur sabtu minggu sangat cocok bila dihabiskan untuk liburan di dalam kota. Renang! aktivitas yang sangat mengasyikkan. Seakan terbang di hamparan luas dan dalamnya air. Yey.

Kota Semarang sebenarnya punya beberapa kolam renang, kaya di GOR Jatidiri, KODAM Diponegoro, dsb. Dari beberapa yang ada, GOR Jatidiri yang favorit. Mungkin selain karena ukurannya, harganya juga sebanding.
Di sana tersedia 4 kolam. 2 untuk dewasa, 2 untuk anak-anak.

Kalo kolam renang di GOR Jatidiri, tiket masuknya Rp.10.000 di akhir pekan. Sebelumnya masuk ke area GOR dulu, bayar seribu aja per orang di pintu masuk. Setelah melewati pintu masuk akan disambut beberapa lapangan olahraga, kaya tenis, wall climbing, sepak bola, inline skate, lapangan tembak, dsb

Kanopi dalam kolam renang GOR Jatidiri
Foto oleh: dokumen pribadi.

Saat menjalani hidup terkadang kita terlalu men-simulasikan diri dalam suatu angan. Terkurung terjebak dalam kata “kalau”. Bagaimana kalau begini, bagaimana kalau begitu*. Mencemaskan atau boleh jadi terlalu “ambition of futuristik-problem solving”. Belum dijalani udah kebanyakan pemikiran. Mungkin maksud hati pengen punya bekal antisipasi.

Jadi kalau ada apa-apa di masa mendatang kita udah punya solusinya. Iya, gue setuju. Gue juga berpikiran seperti itu, tipe antisipator. Tapi belakangan ini, gue mulai nyadar. Antisipasi yang terlalu “bagaimana nanti kalo” itu gak bagus. Gimana enggak, ini kaya too much thinking about the future that has possibility to un-happen. (Terlalu memikirkan masa depan yang belum tentu terjadi)

View full article »

Ketika Orang-Orang Nge-fesbuk

Lama-kelamaan mungkin kamus besar bahasa Indonesia akan ketambahan satu kata lagi, yaitu “Fesbuk”. Sebuah kata benda yang diasosiasikan dengan situs pertemanan di dunia maya. Kata turunannya boleh jadi “berfesbuk”, “memfesbuk”, “terfesbukkan”, “difesbukkan”.

Ibu: “Nak, sedang apa? sudah belajar belum?”
Anak: “Aku sedang berfesbuk, Mah. Memfesbukkan foto yang tadi siang kita ambil. Oh iya Mah, videonya perlu difesbukkan juga, tidak?”

Bermain fesbuk memang mengasyikkan, berinteraksi dengan akun teman atau kenalan kita. Saling me-like, saling berkomentar, saling ber-chat dan seterusnya. View full article »

Bersabar

.. dan lihatlah ketika sang malam bersabar menanti datangnya sang mentari. Kegelapan malam, dingin yang menusuk tulang kian menghilang. Sabarr..

… dan lihatlah ketika kemarau dan penghujan saling melengkapi. ketika pohon-pohon mulai mengeluarkan bunga. Hingga saat benangsari jatuh ke kepala putik. Buah akan matang menghasilkan daging buah yang nikmat dan lezat, pada saatnya. sabarr..

… dan lihatlah ketika telur-telur mulai menetas menjadi ulat. Lalu berproses berubah menjadi kepompong. Hingga pada saat yang dinanti-nanti berubah menjadi kupu-kupu yang indah tiada tara. Berterbangan mengitari luasnya bumi dan langit.. dan sekali lagi, sabarrr..

Sesungguhnya segala sesuatu sudah mempunyai saatnya. Sesungguhnya segala sesuatu itu akan indah pada saatnya. Berusaha dan berdoa, memantaskan diri memperoleh apa yang dicita, sabar..
Bersabarlah datangnya kabar baik yang ditunggu-ditunggu itu. Innalloha Ma’asshobirrin. Sesungguh Allah bersama orang-orang yang sabar.

26 Ramadhan 1435 H.
Tetap berusaha, berdoa, bersemangat, dan tentunya bersabar 😉

Syukur, sebuah kata yang sering aku dengar. Bahkan ada lagu wajib/nasional yang judulnya Syukur. Lagu yang kita pelajari sejak SD dulu. Bersyukur untuk Indonesia kita.

 “Dari yakinku teguh

Hati ikhlasku penuh

Akan karunia-Mu

Tanah air pusaka.

Indonesia merdeka.

Syukur aku sembahkan

KehadiratMu Tuhan”

Bersyukur, merasa cukup dengan apa telah ada, apa yang telah dikaruniakan Tuhan. Tidak merasa kurang, kurang, dan kurang, tapi merasa “beruntung, dengan keadaan yang ada”. Di sisi lain kita juga bermimpi, menarget apa-apa yang ingin kita raih. Jadi bersyukur tidak berarti menerima apa adanya, pasrah.

Bersyukur akan kesehatan diri sendiri dan orang sekitar, kondisi keuangan, keadaan keluarga, harta benda yang ada, dst. Semua orang bisa bersyukur, jadi bersyukurlah di setiap kesempatan. Alhamdulillah masih bisa berinternet, sehingga bisa menemukan dan membaca artikel ini, hehehe 🙂 Semoga bisa mengambil ibroh atau pelajarannya ya!

Gambar

Saat kita mengeluhkan betapa kerasnya cobaan hidup yang kita jalani, saat kita mengeluhkan betapa tidak beruntungnya kita. View full article »

Cashflow Quadrant by R.T. Kyosaki

Baru saja aku baca materi kuliah salah satu teman baik gw (baca:acho) tentang kewirausahaan. Besok dia ada ujian mata kuliah ini jadi materinya ‘berserakan di atas kasur tidurnya.
Aku yang iseng, mencoba membaca-baca sebagian dari modulnya itu.

Di salah satu lembaran materi kuliahnya itu, ada satu nama yang menurutku tidak asing atau setidaknya aku pernah membaca atau pernah mendengarnya sekilas. Ia adalah Robert T. Kyosaki, yang kayaknya sih menurutku beliau adalah seorang wirausahawan.

Menurut Robert Kiyosaki tentang memperoleh uang atau sering disebut
“The Cashflow Quadrant”, ada 4 kuadran atau kelompok. Kuadran itu yaitu kuadran E,S,B, dan kuadran I.
Kuadran E mewakili kata Employee, atau berisi orang-orang yang bekerja sebagai pegawai, atau buruh atau mereka yang masih bekerja di perusahaan orang lain. Mereka termasuk manajer atau pimpinan tertinggi yang gajinya puluhan juta, ia termasuk dalam kuadran ini, sepanjang ia bekerja untuk perusahaan milik orang lain.

Selanjutnya adalah kuadran S, atau Self-Employee, Di kuadran ini adalah untuk orang yang memiliki perusahaan namun ia masih menjadi tulang punggung dalam perusahaan ini. Misalnya saja orang yang mempunyai toko kelontong. Ia masih membuka/menutup tokonya, melayani pembeli, dll. Ia masih mempekerjakan dirinya pada perusahaannya.

Untuk kuadran B, untuk Bussines Owner, atau mereka yang punya perusahaan, dan mereka tidak berkecimpung di dalamnya. Ini lah yang disebut pengusaha sejati.

Kuadran I, kuadran untuk Investasi. Orang yang berinvestasi dalam suatu usaha masuk dalam kuadran ini.

Aku ingin masuk dalam ke-empat kuadran itu, E,S,B, dan I. Tidak selamanya masuk dalam salah satu kuadran yang ada.

Contohnya, sebut saja pak Rohman. Ia merupakan seorang guru Bahasa Inggris di salah satu SMA. Tentu saja ia termasuk dalam kuadran E, karena posisinya adalah dipekerjakan pemerintah.

Ternyata, pak Rohman mempunyai usaha kursus bahasa Inggris di rumahnya, sehingga ia termasuk dalam kuadran S.
Saat pagi pak Rohman mengajar di sekolah dan sore hari ia mengajar kursus di rumah. Pendapatan yang lumayan mendorong pak Rohman untuk membuka toko di depan rumahnya, dengan dibantu Istrinya dengan mempekerjakan pegawai. Hal ini dapat disebut bahwa pak Rohman masuk dalam kuadran B.

Pendapatan yang semakin banyak, pak Rohman terdorong untuk membeli rumah. Karena beliau masih menempati rumah lama warisan orang tua, rumah yang baru ia kontrakkan. Ia pun menginvestasikan rumahnya. Ia tergolong dalam kuadran I.

Menjadi orang yang berada di semua kuadran mungkin menjadi impian sebagian orang. Yes! Termasuk saya! Sesungguhnya ada sangat banyak manfaat kalo kita berada di semua kuadran. Saah satunya, materi yang ada dapat kita fungsikan sebagai “pelicin” untuk kehidupan selanjutnya (baca:akhirat). Sebut saja sedekah, haji, atau berbuat baik lainnya. Begitulah kira-kira.

Siapa sih gak tau tanjakan yang satu ini. Tanjakan ini sungguh terkenal di kalangan para pecinta alam. Konturnya yang unyu membuat tanjakan ini menjadi primadona.

Terlebih karena mitos-mitos yang berkembang seputar tanjakan yang satu ini. Yup, Tebak coba tanjakan apa ini, hehe.

tereret tet teeet!!

Tanjakan cinta

Tanjakan Cinta

Lihatlah bentuk lekukan bukitnya. Bentuknya seperti lekukan pada simbol cinta kan, ❤ . Menarik untuk didaki. hehe

Itulah visual dari tanjakan yang khas dari perjalanan menuju puncak mahameru. Baca juga artikel mengenai gunung Semeru di artikel sebelumnya Mahameru, I’ll Get There Soon!

Kata orang-orang sih,

“Kalo kamu bisa melewati tanjakan cinta sambil terus memikirkan orang yang kamu cinta. Cinta itu akan mmm semacam abadi. Dengan satu syarat: kamu tidak boleh menoleh ke belakang.

Percaya atau tidak percaya, mitos ini wkwk mungkin lebih banyak dipercaya “buat main-main”, terutama buat mereka yang suka galau tentang jodoh, wkwk. Menurutku sih jangan terlalu percaya, hehe cukup sekedar buat main-main aja. Masa sebua tanjakan bisa memengaruhi jodoh seseorang, ntar bisa syirik dong, hehe. Kalau pun benar terjadi, itu sudah kehendak Yang di atas dan keduanya mungkin saling tersugesti. Jadi, ya jadilah.

Terlepas dari mitos yang ada, mungkin ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh pembuatan cerita tersebut. Mengapa ada tantangan kita tidak boleh menoleh di belakang ?

Aku teringat filosofi kehidupan, bahwa yang sudah biarlah sudah. Nikmati apa yang sekarang sedang dijalani, tidak terpaku dengan masa lalu. Bagi saya pribadi, masa lalu hanya sebuah kenangan. Kenangan ini mengajarkan kita bagaimana untuk menjalani hidup di masa selanjutnya.

Kalau kita naik motor, kita harus fokus menghadap ke depan. Tidak ke kanan, tidak ke kiri, tidak ke belakang, dan apalagi ke atas atau ke bawah :D. Yep, we have to focus facing the life. Kalaupun kita ingin melihat ke belakang, lihat lah sewajarnya, tidak melenakan apa yang di depan. Mungkin itulah alasan ditemukannya kaca spion. Pengendara motor cukup menoleh ke spion saja, tanpa perlu mengalihkan kepala ke belakang. Fokus!

Kata teman-teman aku sih,

Semua akan indah pada waktunya.

Benar juga sih, semua orang pasti pernah diuji oleh Tuhan. Itu semata-mata agar level kita semakin meningkat. Mudahnya sih, kalo kita lulus ujian, kita bakal naik kelas atau ke sekolah baru yang lebih tinggi, misal SMP ke SMA atau SMA ke Perguruan tinggi.

Dan mungkin emang bener, kalo kita pengen menikmati pemandangan danau ranukumbolo dari atas, kita harus sabar. Apalagi kalo mau menganut mitos tadi, hehe. Kita baru bisa liat ranukumbolo-nya saat kita turun gunung, jadi kan gak menghadap belakang tapi menghadap depan, hehe Nikmati pendakian yang ada menuju puncak, baru turun gunung sambil melepas lelah sambil menikmati pemandangan ‘terlarang’ tadi.

Ranu Kumbolo, by: restyoosignorina.wordpress.com