Otodidak itu keren!

Dari wikipedia, Otodidak atau autodidak (dari bahasa Yunani autodídaktos = “belajar sendiri”) merupakan orang yang tanpa bantuan guru bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan dasar empiris yang besar dalam bidang tertentu. Beberapa puluh bulan yang lalu saya sempat bermimpi bisa membuat aplikasi berbasis android. Tak menyangka kini saya telah berhasil merancang dan menyusun satu program android. Berbekal koneksi internet saya mengumpulkan bahan tutorial untuk membuat aplikasi ini. Karena dasarnya saya suka dunia perkomputeran, prosesnya jadi enjoy aja. Namun kelemahan dari metode otodidak adalah lamanya proses belajar karena tidak ada guru yang membimbing.

Program android satu ini saya rancang dengan penuh latar belakang. Sebelumnya, tahu enggak kata “Pemalang” itu apa?

Nama buah, makanan, kota, jajanan, atau barang begitu?

Sepertinya kebanyakan orang memang belum mengetahui “Pemalang” itu apa. Contohnya teman saya sendiri yang berasal dari beberapa daerah lain. Pemalang itu bukan buah apalagi masakan. Pemalang itu nama sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis seharusnya Pemalang mudah diketahui oleh masyarakat luas. Alasan yang paling masuk akal adalah letak Pemalang yang berada di jalur pantai utara. Tiap tahun jalan ini selalu menjadi jalur mudik lebaran. Dan setiap hari jalur ini menjadi jalur perekonomian masyarakat di Pulau Jawa.

Kalau ada suatu sesi perkenalan, dan lawan bicara bertanya asal saya. Lalu saat saya menjawab dengan kata Pemalang, orang itu langsung merelasikan dengan kota Malang. Salah satu kota di Jawa Timur. Betapa sakit hatinya. Haha *lebay*

Satu lagi anekdot yang dialami para kawan Pemalang yang merantau ke kota lain. Saat ada anak lain yang bercerita perjalanan dari barat ke timur di pantura. Dia pasti menyebutnya melewati Cirebon-Brebes-Tegal- Pekalongan. Lagi-lagi Pemalangku terlupakan, tidak terekspos. Setelah Tegal langsung Pekalongan. Padahal kalo Pemalang dihilangkan, bakal merepotkan jalur pantura, itu. Mau lewat mana, lalu lintas jalanan di pulau jawa. Hehe

Berangkat dari ketidak-keterkenalan Kota Pemalangku dan impian tadi. Saya bertekad membuat suatu media yang bisa mengenalkan Pemalangku pada khalayak ramai. Lahirlah aplikasi “Ayo Dolan Pemalang” dengan ikon kuda ebeg.

ayo dolan pemalang“Ayo Dolan Pemalang” berisi profil kota, objek kepariwisataan, objek kuliner, serta acara terkini yang akan diadakan di pemalang. Tentu harapannya adalah para penjaja aplikasi ini menjadi berniat “dolan” ke Pemalang. Kontur alam yang menghampar dari pesisir sampai ke pegunungan ini penuh dengan potensi wisata dan pertanian. Tidak salah juga bila di Pemalang ini berkembang komunitas lepas “#ExplorePemalang”. Komunitas lepas yang berkembang di instagram ini, merupakan para penjelajah Pemalang. Mereka mengunggah foto-foto hasil jepretannya di berbagai tempat di Pemalang.

Tak kurang dari pantai, gua, gunung, arung jeram dan objek lain, siap untuk dijelajahi. Walaupun aplikasi ini masih jauh dari harapan pengembang, setidaknya aplikasi ini bisa dijadikan sebagai pandangan awal dan singkat mengenai Kabupaten Pemalang. Di versi penyempurnaan selanjutnya, pengembang berniat untuk menambah fitur GPS traccking di dalamnya. Ini bisa memandu para pejalan menuju ke lokasi objek wisata. Well, penasaran untuk mencoba aplikasinya? inilah tautan unduhannya: Ayo Dolan Pemalang.

Sejujurnya saya belum pernah menguasai dasar-dasar pemrogram android. Saya tidak menguasi apa itu Java, apa itu XML, dan sebangsanya. Nah lalu bagaimana saya merancang aplikasi “Ayo Dolan Pemalang”?

Kebetulan secara kebetulan saya menemukan sebuah situs permainan yang unik. Permainan ini ternyata mengajarkan pembuatan aplikasi android secara cepat. Sebenarnya situs ini situs pembelajaran yang disajikan dalam bentuk permainan. Di awal juga disajikan video pembukanya. Tidak perlu mempelajari pemrograman bahasa komputer secara mendetail, di situs ini kita hanya perlu menyusun puzzle-puzzle yang dibentuk menjadi suatu blok aplikasi. Dari beberapa langkah permainan itu, akhirnya saya mendapat sertifikat. Yeeeay!! Sebuah modal awal untuk menyusun kepingan-kepingan program android. Situsnya: The Hour of Code

Sertifikat hours code daninugroho

Setelah mempelajari dan menguasai, cobalah membuat suatu konsep. Kemudian realisasikan menjadi aplikasi berbasis keping-keping tadi. Rasanya membahagiakan sekali, begitu aplikasi kita berhasil dibangun dan berhasil dipasang di ponsel sendiri. Lebih membanggakan lagi bila aplikasinya diunduh, lalu digunakan orang lain. Serasa menjadi developer profesional.

Setelah programnya selesai dan siap digunakan, aplikasi itu bisa diunggah di google playstore. Sayangnya kita perlu membuat “akun pengembang” yang diharuskan membayar USD25 atau kurang lebih Rp.325 ribu (Kurs Rp.13.000). Sebuah batu loncatan sekali. Baca-baca dari beberapa informasi, pembayaran 25 dolar Amerika ini ditujukan untuk membatasi para pengunggah aplikasi spam. Sehingga mereka enggan untuk mendaftar dan mengunggah. Bagi pengembang profesional jumlah USD 25 tidaklah masalah. Tapi bagi kita-kita yang amateur dan para pembelajar yang ingin mengunggah kesana jadi agak tidak difasilitasi. Ditambah pembayaran USD25 itu dibayarkan dengan metode kartu kredit. Agar tetap bisa berbagi aplikasi, salah satu solusinya dengan mengunggah aplikasi ke situs file sharing macam drop box atau google drive.

Selamat Mencoba !! 🙂

Iklan