Kabupaten Pemalang, sebuah kabupaten berjarak 100-an kilometer dari ibukota provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini memiliki sejumlah potensi dan sumber daya yang melimpah. Sebut saja kawasan pesisir pantainya, kawasan pegunungannya, sungai, perkebunan, dan wirausaha warganya. Kabupaten yang me-malang (membujur/memanjang, pen) dari pesisir pantai utara Jawa sampai lereng Gunung Slamet ini mempunyai sejumlah wisata air terjun. Salah satu air terjun mini itu, yang hanya segelintir orang yang mengetahui lokasinya, yaitu curug Bengkawah.

Letak Curug Bengkawah. Curug yang satu ini letaknya memang agak tersembunyi dari hingar bingar warga Pemalang. Curug kembar ini terletak di Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Jaraknya kurang lebih 30 km atau sekitar 30-45 menit perjalanan dari Pemalang Kota. Dengan menggunakan GPS (Global Positioning System), curug tersembunyi ini bisa dijumpai di koordinat S 7° 7′ 1,575″ dan E 109° 19′ 42,788″.

Perjalanan ke Curug Bengkawah. Dari kawasan Pemalang Kota, kita perlu ke sekitar Alun-alun kota dan menuju ke Jl. Ahmad Yani. Dari situ kita lalu mengarah ke selatan dengan jalan Pemalang-Randudongkal. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi indahnya hamparan persawahan, pegunungan di sisi selatan, dan sesekali perkebunan kopi di kanan jalan. Sesampai di pertigaan Pasar Randudongkal, kita berbelok kiri atau ke timur. Kemudian kita tinggal mengikuti jalan raya, sesekali terlihat “plang” atau sekedar tulisan kecil yang mengarahkan ke lokasi. Di sini, jangan sungkan-sungkan keluarkan jurus GPS-nya, Gunakan Penduduk Setempat untuk bertanya-tanya. hehe 🙂

Setelah perjalanan menyusuri rumah warga, kita harus tracking jalanan kecil melewati pintu air, dan pinggiran sungai. Sepuluh-an menit berlalu, bisa dilihat semacam basecamp atau pos retribusi yang ehem… yang mungkin agak sedikit semi-semi ilegal gimana gitu, karena tidak ada karcisnya. Biasanya ditarik uang goceng per pengunjung sama salah satu penunggu pos itu. Di sinilah titik terakhir motor bisa berjalan, selanjutnya kita harus berjalanan. Iyap, anggap saja tadi ongkos penjagaan motor kita. Kalau kebeneran lagi bokek level mengenaskan nih ya, atur penampilan biar kaya warga sekitar lalu bawa alat pancing. Niscaya tidak akan ditarik uang. #katanya #tricks #bokek

Asrinya Curug Kembar. Dari pos tadi, kita perlu berjalan melewati hamparan sawah terasering warga. Kurang lebih 5 menit kita akan disambut bunga-bunga cantik dan pohon besar yang diiringi suara deburan curug tersembunyi ini. Lingkungan sekitar terbilang masih sangat asri. Bahkan beberapa sumber mengatakan, para monyet mendiami kawasan curug ini. Bila beruntung, kita bisa menikmati gemerlapnya pelangi akibat pembiasan uap curug oleh matahari. Jam yang disarankan untuk melihat pelangi ini yaitu sekitar jam 9 pagi saat matahari berhadapan dengan guyuran air..

Melimpahnya air terjun mini tersembunyi ini, dimanfaatkan warga sekitar untuk mengadu peruntungan. Para pemancing ikan dengan sabar dan khusyuknya duduk manis di tepi perairan, sambil sesekali melempar kailnya. Semilir angin kadang menyapa, seolah merestui traveller untuk menikmati suasana tenang nan damai sembari memandangi curug yang berdampingan itu. Di pos sebelumnya tadi, kita pasti diperingatkan agar tidak bermain air atau mandi-mandi di bawah curug. Itu karena ada semacam arus atau pusaran air yang dikhawatirkan bisa membahayakan. Jadi hati-hati ya!

Follow akun instagram saya: @daninugr

Iklan