25 September lalu, teman SMA ku tiba-tiba mengirim pesan meminta diajak ke Grand Canyon-nya Semarang. Dia yang kebetulan sedang melawat ke ibukota provinsi ini, nampaknya sangat antusias dengan objek yang satu ini. Nampaknya akan menjadi dosa besar kalau sampai menolaknya, #lebay. Grand Canyon ala Kota Semarang ini memang dewasa ini sedang booming-booming nya. Banyak para traveller ingin berkunjung ke sana.

Bila di U.S punya Grand Canyon dan di Pangandaran Jawa Barat punya Green Canyon,di Semarang mempunyai objek kunjungan yang banyak orang menamainya Brown Canyon. Iyap, berasal dari kata Brown yang berarti coklat, dan canyon yang berarti tebing atau ngarai. Sebenarnya, si tebing coklat ini adalah bukit yang dieksplorasi tanah dan bebatuannya.  Dari bukit yang dibelah dan dikeruk, menyisakan sebuah karya yang enak dipandang. Mengunjungi lokasi ini disarankan pagi atau sore hari, karena bila siang hari cuacanya bisa ditebak: panas dan berdebu !!. Lebih disarankan sih sore hari, karena kita juga bisa melihat pemandangan matahari terbenam.

Akses ke Brown Canyon. Brown Canyon sendiri terletak di Rowo Sari, Tembalang. Dengan titik awal kampus Undip Tembalang, kita perlu mengarah ke timur. Kita akan melewati turunan Sigar Bencah mengarah ke Meteseh, lalu mengarah ke Rowo Sari. Jangan lupa keluarkan jurus GPS, Gunakan Penduduk Setempat ! hehe. Malu bertanya, sesat di jalan. Nah, kalau punya alat navigator GPS asli (Global Positioning System) lokasinya bisa ditemukan di koordinat: S 07° 03′ 25,815″ dan E 110° 29′ 07,321″.

Di Brown Canyon, terhampar bukit padas yang berdiri tinggi. Perlu diperhatikan juga bahwa di sana masih areal aktif pertambangan. Jadi disarankan untuk sangat berhati-hati di berada di sana. Potensi bahaya yang bisa terjadi yaitu kejatuhan material batu dari atas tebing, tergelincir atau terjatuh di kedalaman lubang sisa pengerukan, dan terkena debu yang berterbangan. Truk-truk pengangkut tanah dan batu hilir mudik saling bersahutan. Sesekali angin bertiup cukup kencang, menyapa debu yang terhampar.

Saat berada di sana, selintas kita merasa tidak sedang di Semarang. Gugusan tebing dan lubang-lubang pertambangan membiaskan pandangan kita, seakan di areal pertambangan PT Freeport di Irian atau Grand Canyon di Amerika. WOW ! Bagi yang menemukan, beberapa “Ukiran” di bekas bukit itu seakan bersiluetkan wajah manusia. Seakan tergambar unsur dua mata, hidung, dan bibir. Di atas tebing yang lain, hidup beberapa rerimbunan semak yang terlihat hidup tegar di atas sana. Di sisi yang lain, tanah terlihat seperti tergali membentuk suatu lubang dari kejauhan. Terkadang agak miris juga, alam kita dieksplorasi seperti ini. Namun berpikir positif, pasti sudah ada kajian ilmiahnya baik dari segi studi keteknikan, lingkungan, dan ehem.. ekonomi.

Tertarik berkunjung ke Brown Canyon? Siapkan Masker!

Iklan